Pengaruh Warisan Budaya pada Arsitektur Gapura Pintu Masuk Universitas Lampung


Perkembangan dan kemajuan zaman semakin pesat dengan diiringi perkembangan pendidikan serta fasilitas pendukungnya. Hal ini yang sedang dibangun dan terus dikembangkan oleh Provinsi Lampung. Keinginan mendirikan perguruan tinggi di Lampung merupakan cita-cita para tokoh masyarakat Lampung sejak tahun 1960-an. Akhirnya terbangunnya Universitas Lampung atau disingkat Unila sebagai universitas negeri pertama dan tertua di Provinsi Lampung, Indonesia. Hari jadi Unila ditetapkan pada tanggal 23 September 1965.

Pembangunan Universitas Lampung dilakukan secara berkala dimulai dari pembangunan gedung Rektorat dilanjutkan dengan Fakultas-fakultas lainnya dengan tata ruang yang disesuaikan kondisi saat itu. Perluasan dan pembangunan terus dilakukan hingga terbangunnya gapura pintu masuk Universitas Lampung. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam pembangunan  tersebut yakni arsitekturnya bernama Ir. Rislan Syarief, M.T.  Sipilnya bernama Ir. Anshori Djausal, M.T. dan kontruktornya PT. Pembangunan Perumahan.

Gapura Terlihat Keseluruhan

Gapura tersebut terdiri atas tiga buah bangunan yang letaknya kanan kiri jalan dengan masing-masing gapura memiliki empat buah kaki dan disetiap kakinya memiliki lengkungan seperti daun dan memiliki atap penutup, sedangkan pada bagian tengah terdapat bangunan yang berdiri dengan tiga atap dan dibawahnya bertuliskan Universiatas Lampung. Secara umum gapura ini bertujuan sebagai pintu masuk Universitas Lampung.  Tujuan khusunya yaitu sebagai penanda bahwa di Lampung ini telah terbangun universitas negeri sehingga jika orang melintasi baypass  akan melihat gapura yang jika diteruskan segaris lurus dengan bangunan kampus dan berujung air mancur, serta rektorat.

Pengaruh Warisan Budaya Lampung yang tertera pada Gapura yaitu Gapura yang terletak dikanan dan kiri dibergagaskan pada Model Kayu Ara. Bila dilihat dari sisi depan gapura akan nampak seperti orang yang sedang menyambut tamu karena berada di celah kedua jalan menuju kampus hijau Unila. Disetiap kaki memiliki 2 bentuk lengkungan yang menggambarkan ornament Lampung yakni kapal. Ornamen ini menggambarkan mengenai Unsur bangunan dan ragam hias yang diselipkan yaitu Kenali bentuk paguk melambangkan kedudukan para penyimbang dan bangsawan didalam pelayarannya mengarungi kehidupan terutama dalam kehidupan masyarakat bersama. Pada gapura yang terletak di kanan dan kiri  pada bagian dasar yaitu bangunan lumbung di desa Kenali dan daerah Belalau atau lebih dikenal dengan Walay. Melalui sebuah perbandingan dengan bentuk walay yang ada di desa dan bentuk yang terkandung si masyarakat di Kenali, dapat diketauhi bahwa bangunan walay merupakan bangunan kecil berukuran 2×2 meter persegi.

 

“Gapura sebelah kanan dan sebelah kiri seperti digambar terlihat dengan motif kayu arra”

 

“Gapura sebelah kiri”

Gapura yang terletak ditengah ini lebih berfungsi sebagai identitas Universistas Lampung yang dapat dilihat dari kokohnya logo atau lambang serta dibawahnya bertulis Universitas Lampung disebuah batako yang dilapisi keramik hitam yang terdiri atas 12 keramik hitam memanjang dari kanan ke kiri dan 5 keramik hitam dari atas ke bawah.

Jika dilihat dari sudut estetika gapura tersebut tersusun dengan sebaik-baiknya  peletakan, keindahan serta makna yang terkandung disetiap banguannnya. Peletaknnyapun tidak luput dari makna yang terkandung. Analisis mengenai pengaruh budaya Lampung yang diterapkan yakni persepsi masyarakat Lampung mengenai istilah kanan dan kiri. peletakan posisi bangunan gapura dilakukan untuk keseimbangan serta maksud-maksud tertentu sesuai dengan masyarakat Lampung yang mengenal pemaknaan kosmologi (mengenali alam semesta).

Pengaruh warisan budaya yang terkandung dalam gapura yang terletak di bagian tengah masih memilki kemiripan dengan gapura yang ada disebelah kanan dan kiri hanya saja memilki atap bertingkat tiga serta terdapat pondasi batu yang bertuliskan Universiatas lampung. Memilih angka ganjil dengan alasan Allah menyukai jumlah yang ganjil.

Demikianlah hasil observasi kami mengenai gapura bagian depan Unila, dimana kebanyakan bahkan mungkin hampir seluruh mahasiswa Unila belum mengetahui apa sebenarnya makna yang terkandung di dalamnya , berkenaan dengan tugas matakuliah folklore dari Bapak Drs. Ali Imron, M.Hum. sehingga kami dapat mengetahui apa sebenarnya makna dari tugu masuk Unila . Kami sangat berterimakasih terhadap orang-orang yang terlibat didalam tugas kami ini yaitu untuk Bapak Rizal (bagian informasi Unila), Mb Fauziah (bagian kearsipan unila ), Bapak Marsudi (bagian humas Unila), kawan-kawan pendidikan sejarah angkatan 2015 kelas A untuk kerjasamanya yang kompak dalam mata kuliah ini. Untuk lebih detail informasi ini bisa kami sajikan melalui PDF yang bisa kawan-kawan (warganet) download link dibawah ini.

Folklor Pendidikan Sejarah 2015 Unila kelas A   (yang bertuliskan hijau ini LINK info detailnya ya kawan-kawan semua ) Selamat Membaca dan apabila ada kesalahan atau masukan terhadap postingan ini saya mohon kritik dan sarannya (silahkan komentar di kolom komen yang sudah di sediakan).

Folklor Pendidikan Sejarah 2015 Unila kelas A

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *